Aplikasi Chatting Gratis : Telegram
Telegram adalah sebuah aplikasi gratis pengirim pesan multiplatform berbasis cloud computing. Aplikasi Telegram tersedia untuk berbagai jenis sistem operasi mobile phone seperti Android, iOS, Windows Phone, Ubuntu Touch dan juga tersedia untuk sistem operasi desktop seperti Windows, OS X,dan Linux. Sebenarnya aplikasi Telegram ini mempunyai fitur yang hampir sama dengan aplikasi sejenisnya seperti Whatsapp, Viver maupun Line. Telegram juga memungkinkan user untuk dapat mengirim pesan text. image, video, audio, dan menyisipkan berkas tipe file tertentu. Telegram memunyai situs resmi yang beralamat di telegram.org , Telegram client sendiri bersifat opensource sehingga kita bisa mengunduh source code client nya , sementara untuk source code di server memang bersifat tertutup.
Telegram dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov. Telegram dirilis pada bulan Agustus 2013. Untuk masalah keamanan Telegram dinilai sangat andal dan aman, Telegram menggunakan protokol MTProto yang dapat menjamin keamanan dan menjamin pengiriman chat yang lebih cepat meskipun kondisi internet kurang bagus. Algoritma protokol MTProto ini terus dikembangkan oleh Telegram bersama dengan komunitas open source untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kelebihan dalam hal keamanan pesan ini ternyata menimbulkan masalah bagi Telegram, Di negara asalnya Rusia , Telegram tidak diperbolehkan mendirikan server karena menghalangi pihak intelejen untuk masuk ke server nya, sehingga memaksa Telegram meletakkan server nya di Berlin , Jerman. Selain itu keamanan Telegram juga dimanfaatkan oleh para teroris untuk berkomunikasi.
Telegram dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov. Telegram dirilis pada bulan Agustus 2013. Untuk masalah keamanan Telegram dinilai sangat andal dan aman, Telegram menggunakan protokol MTProto yang dapat menjamin keamanan dan menjamin pengiriman chat yang lebih cepat meskipun kondisi internet kurang bagus. Algoritma protokol MTProto ini terus dikembangkan oleh Telegram bersama dengan komunitas open source untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Kelebihan dalam hal keamanan pesan ini ternyata menimbulkan masalah bagi Telegram, Di negara asalnya Rusia , Telegram tidak diperbolehkan mendirikan server karena menghalangi pihak intelejen untuk masuk ke server nya, sehingga memaksa Telegram meletakkan server nya di Berlin , Jerman. Selain itu keamanan Telegram juga dimanfaatkan oleh para teroris untuk berkomunikasi.
Di Indonesia sendiri pada hari jum'at tepatnya tanggal 14 Juli 2017, pemerintah Indonesia melalui Kemkominfo memblokir DNS dari Telegram dengan alasan banyaknya propaganda, radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, dan hal lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.